#MyFeelings

 Selamat dini hari blog wkwkw

Yahh bcos there's nobody will exactly visit my blog often except ME as the writter πŸ˜‚

Sudah lama ga nulis apapun di sini sejak hmm sejak kapan yaa? Lupa juga sih haha pokoknya sungguh lama. Actually mau nulis di Diary tapi kayaknya lagi mood nulis di Visual diary 😁

Jadi di pagi hari jam 2 dini hari aku memutuskan untuk menulis mengenai apa yang menyangkut di pikiran & perasaan selama beberapa minggu ini yang membuat cukup sangat kepikiran almost every night.

Sebenarnya banyak kejadian yang cukup aku alami di awal tahun ini sih, khususnya masalah pribadi. Jadi begini ceritanya .....

Suatu hari aku berkunjung ke rumah cowok aku dalam rangka Tahun barusan sekaligus menjenguk 'her sister' yang baru saja selesai melahirkan di bulan desember. Sebenarnya jauh2 sebelum kk nya melahirkan aku itu udah mikir mau beli apa ya buat kadonya karena aku rada rada bingung, jadi aku tanya 2 orang aja sih buat kasih masukan dan akhirnya aku memutuskan beli kado yang pada umumnya aja.  Yahh sederhana aja sih kado set baju. Dan akhirnya aku beli di bulan november padahal saat itu belum tau kapan lahirannya. Terniat banget ga sihh wkwkw (cowok ku ga tau soal ini wkwk) Jadi akhirnya lahiran juga di desember dan disitu aku mulai bingung. Bingung kenapa ? Duh gimana aku berkunjungnya ? Nyiapin mental melihat kk nya yg super duper sombong ? Bertemu keluarganya ? Pokoknya complicated.

Jadi setelah bbrp minggu lahiran akhirnya memutuskan untuk kesana sekalian dalam rangka tahun baruan sekaligus visit her sister. Awalnya sih ga mau sendiri pinginnya aja kawanku yg kebetulan dekat dengan keluarga mereka yahh karena masih rada2 malas dengan kejadian yg terakhir kali persoalan disana (Malas bahas padahal nanti di bahas  wkwkwk) tapi ya sudahlah positive aja anggap aja berlalu dan lupakan toh Tahun baru, begitu kataku dalam hati. Jadi sebelum sampai disana yaah beli buah tangan dulu kesana, aku sengaja beli dua satu buat keluarga cowok satu lagi buat tante si cowok yang kebetulan tinggal di samping rumah. Yah aku beli sih bukan ga ada maksud apa2 (JUjur) karena yah agak ga enak ga bawa apa2 dan aku pun jarang ketemu juga dan pas juga ada moment Tahun barusan jadi ga ada salahnya silaturahmi. 

Tapi itulah awal niat baik ku ga berbuah manis, sedih banget sih serius ini aja pas nulis langsung berlinang air mata hehe aku ga tau sih bisa se sedih ini apa karena kecewa dengan respond keluarganya. Jujur aku ga tau sih mau bilang apa mendadak jadi malas nulis πŸ˜… So kenapa ga berbuah manis karena menurut 'keluarga' si cowok tingkah laku ku saat disana kurang baik dalam arti aku tidak mencuci piring sehabis makan. Yah CUCI PIRING! perkara sederhana dan mungkin its a Big Deal for them. Jadi sebelumnya aku juga pernah di koreksi soal begituan padahal its totally not my fault. Aku ga cuci piring sehabis makan disana karena cowokku yang menyuruh ga usah ( yah menurutku sih wajar aja tuan rumah bilang gitu ke tamu) tapi yah begitulah mungkin budaya di keluarga mereka berbeda jadi aku di koreksi habis habisan perkara "cuci piring" seolah olah itu adalah Hal terpenting dalam sebuah hubungan. Emang sih budaya batak itu mengharuskan wanita untuk harus di dapur tapi kalo begini konteksnya menurutku tidak terlalu wajar. Karna apa ? Karna aku posisi bertamu jadi kalo menurut pandanganku dan beberapa orang adalah hal wajar ketika TAMU tidak menyentuh dapur. Oke, masalah pertama akhirnya ku terima dengan Lapang dada meskipun menyakiti hatiku sih, karena perkara cuci piring jadi aku langsung di cap ga baik. Baiklah aku ikhlas di gituin, aku berusaha untuk tidak mengingatnya tapi kejadian yang sama TERULANG kembali tapi konteksnya itu TIDAK BENAR. 

Jadi aku di bilang tidak cuci piring disana padahal aku udah melakukan sebisaku dan sebaik mungkin, aku di bilang datang hanya duduk, makan lalu pulang. Yah aku harus bagaimana lagi? Duh ga ngerti lah serius. Pokoknya kerjaanku nangis terus lah selama beberapa hari.

Aku jadi bawaannya negati thingking gitu. Aku jadi malas lihat cowokku padahal bukan salah dia, terus aku jadi berpikir apakah karna aku dari kalangan bawah makanya jadi di gituin banget. Yah secara emang mereka dari keluarga yang lebih lah di atas aku jadi aku kadang insecure. Pada saat milih kado aja aku itu agak bingung karena pasti kk nya itu udah punya semua dan lengkap. Jadi saat beli kado kawanku bilang "kamu harus beli kado yg terkesan wah ya karena ini buat kk nya " (kebetulan dia tau ceritanya) terus aku bilang "ga harus lah, yang penting kita ikhlas dan aku ga mau sok2 an beli yang wah kita tunjukin aja apa ada nya kita dan semampu kita " terus kawanku bilang "Iya ya, lebih baik begitu emang" dan akhirnya kami beli lah satu set kado itu dan itu pun juga tidak di terima dengan baik loh. Duh sakit hatinya akuu sampai mo nangis terus. Kado yg udah kusiapkan jauh2 hari tapi yah di gituin ga di hargain malah di omongin. Yah gimana ? Aku mampunya beli itu.

Jadi aku menangis terus, kepikiran, ga nafsu makan. Karena Jujur aku ga pernah di gituin orang dan ada orang begitu di sekitar ku.


Jadi aku bergumul dan berdoa kepada Tuhan meminta kekuatan dan petunjuk supaya pikiranku semakin jernih dan bijak. Aku mengampuni orang yg menyakiti ku dan aku tidak.akan memikirkan lagi apa yang orang lain pikirkan karena selagi kita berlaku benar. Aku sekarang akan fokus dengan "Keluarga" dan "Karir" ku. Hempas jauh jauh yang bikin sakit hati. Hidup harus Bahagia, jangan biarkan kesedihan menyelimutimu terus. Seperti kata Pak pendeta di khotbah hari ini "Kita tidak berhak menutup mulut orang orang yang menilai kita karena itu hak mereka dan jangan terlalu fokus dengan penilaian orang terhadap kita tapi fokuslah dengan penilaian Tuhan kepada kita, lakukan seturut kehendak TUHAN" . 

Comments

Popular Posts