Believe in HIM
Di dalam hidup pasti kita akan di hadapkan dengan berbagai pilihan. Pilihan akan menjadi mudah jika salah satu adalah hal yang tidak kita harapkan tetapi pilihan akan menjadi sulit jika kedua pilihan adalah hal yang ada harapkan. So I wanna share my story about what was happened to me. Jadi ceritanya gue masih dalam mencari pekerjaan dan aku apply ke berbagai tempat. Dan ada kebetulan kali ini gue lagi memasukkan 2 tempat aja, karena kebetulan lagi tertarik di dua tempat itu. Jadi yang pertama aku apply di Hanna filia sebagai English teacher dan di Tribun Batam sebagai Reporter. Kalo pilihan pertama tidak menjadi masalah karena emang jurusan aku tetapi yg kedua udah lari banget dari jurusan. Kebetulan emang aku juga dulu pernah bercita cita sebagai reporter waktu SD jadi kebetulan ada lowongan dan kualifikasinya sesuai jadi saya beranikan diri untuk apply cv ke tribun batam. Dan kira kira menunggu 3 hari akhirnya di telfoa sama pihak Tribun batam di suruh buka e-mail dan isi beberapa data habis itu interview. Sumpah waktu di telfon jantungku langsung dag dig dug.
Akhirnya aku buka email dan isi beberapa data. Terus pas sampe di tribun batam aku bener bener nervous abis soalnya ini di luar jurusan and I dont have any experience about being an journalist. So I keep praying and relax. Terus tibalah di panggil di atas, ada seorang pria agak berantakan, gendut, hitam dan kacamata di atas kepala. Sungguh aneh sih tapi bodo amat. Pada saat dia mulai berbicara aku shocked karena logatnya jawa banget hahaha terus dia tanya beberapa hal dan aku jawab sebisaku dan sejujur jujurnya. Dan setelah berakhir interview dia berkata sama aku kalo dia senang lihat aku dan toefl ku juga tinggi, kalo skill itu bisa di training tetapi apakah anda bersedia jika tiba2 saya telfon untuk report jam 10 malam ke atas ke tempat2 yang bisa di bilang dunia malam. Sumpah tiba2 raut muka langsung berubah. Dan aku pun berkata "hmm, sejujurnya pak kalo ke tempat begituan itu saya ga berani, apakah boleh jika di temani dengan sesama rekan?" . Terus dia bilang "inilah resiko menjadi reporter, jam kerjanya terbang, jarang di kantor harus stand bye selalu. Saya terdiam dan berpikir agak lama. Gajinya lumayan tetapi resikonya tinggi. Terus tiba tiba dia berkata lagi "ibu punya skill englih yang bagus dan saya suka itu, jadi kalo ibu bersedia saya bisa urus segera." Dalam hati rasanya mau teriak karena saya benar2 bingung dan akhirnya saya bicara " Pak, sejujurnya saya belum berani dan saya juga ga yakin bisa pergi ke tempat begituan. Saya tau pasti ga bakal setiap hari ke tempat begituan tapi pati ada saatnya. Dan saya juga ga yakin dengan fisik saya, takutnya saya bakal drop karena sejujurny in semua dibluar dugaan saya pak, saya pikir reporter bakal akan di kantor juga hehehe. Terus si bapak bilang " gpp, banyak kok yg keluar gara gara itu memang, saya seperti ini karena saya harus kasih tahu resiko resiko nya biar kalian siap. Dan akhirya kami akhiri interview dengan perasaan tenang tapi sedikit kecewa.
Dan beberapa hari kemudia saya di telfon oleh Hanna filia untuk interview ke dua karena kebetulan pas apply hari pertama langsung interview. Sumpah ini juga deg deg an abis karena saya bakal ketemu orang singapore dan saya takur ngomong inggrisnya bakal gegalapan. Tapi untungnya pada saat interview saya bisa menjawab semua pertanyaan dan puji Tuhan pada saat saya ngomong tidak terbata bata huft. Dan dia berkata bahwa saya bakal di telfon lagi. 2 hari kemudia di telfon dan ternyata ngomongin "offering" berarti saya di terima pikir saya haha jadi saya harus bertemu sama "headmaster of the school, supervisor of hanns filia and supervisor of curriculum" anjiirr bertemu 3 orang penting di satu ruangan dan full speaking english. Omaigatt I was totally nervouse dan ternyata mereka menawarkan saya untuk mengajar di kindergarten sekaligus di course nyaa. Satu sisi senang sih karna di tawarin 2 sekaligus tapi satu sisi saya bingung karena kalo saya ambil course nya bakal bemtrok dengan course yg di rumah.
So they give me a time to think. Setelah saya pikir2 akhirya saya memutuskan untuk ambil ngajar di kindergarten nya saja karena saya juga kasihan dengan anak murid saya di rumah. Mereka udah berjalan setengah semester jadi gpp lah saya lepaskan satu itu hahaha. Sungguh saya sangat bersyukur sama Tuhan karena Tuhan akhirnya menjawab doa doa saya. Saya minta satu dan di beri lebih dari itu. Im so blessed. Emang kita tidak bakal tau rencana Tuhan ke depan asalkan kita selalu berdoa dan percaya kepadanya semuanya pasti baik untuk kita. Kuncinya adalah kesabaran dan percaya. Tuhan pasti tau yang terbaik buat kita meskipun tidak sesuai dengan harapan kita karena rencana Tuhan lebih baik untuk kita. Believe in him and something good will happened to u :)


Comments
Post a Comment